Trading Plan & Manajemen Risiko IDX

Trading Plan INDOSTOCK.AI membantu Anda mendokumentasikan rencana sebelum masuk posisi: level entry, stop loss, target profit, rasio risk-reward, dan ukuran lot. Dengan rencana tertulis, emosi saat pasar volatil lebih terkendali — prinsip penting bagi trader IDX jangka pendek maupun swing.

  • Template rencana per emiten
  • Stop default IDX 2.5×ATR + position sizing dari risiko %
  • Kalkulasi risk-reward (~1.5–2R) dan ukuran lot
  • Kaitkan dengan data teknikal dari grafik
  • Review kandidat dari backtest / screener
  • Kirim ke simulasi paper trading sebelum eksekusi
Form trading plan saham IDX dengan kalkulator risk reward

Coba trading plan saham di INDOSTOCK.AI

Gratis untuk eksplorasi. Login hanya diperlukan untuk fitur berbasis kredit AI.

Buka di Dashboard →

FAQ — trading plan saham

Apa itu trading plan saham?

Trading plan adalah dokumen rencana sebelum transaksi: alasan entry, harga stop loss, target take profit, ukuran posisi, dan skenario jika pasar bergerak melawan Anda.

Apakah INDOSTOCK mengeksekusi order?

Tidak. INDOSTOCK.AI adalah alat analisis dan perencanaan. Eksekusi beli/jual tetap dilakukan di aplikasi sekuritas Anda (Stockbit, Ajaib, dll.).

Apa itu ATR dan kenapa dipakai di Trading Plan IDX?

ATR (Average True Range) mengukur rata-rata lebar pergerakan harga harian — volatilitas, bukan arah tren. Di BEI penting karena ada gap saat buka sesi dan likuiditas yang tidak merata antar emiten. INDOSTOCK memakai buffer stop default 2.5×ATR(14) (lebih longgar dari tipikal pasar AS) agar stop tidak mudah tersentuh noise, sementara ukuran posisi tetap dijaga oleh batas risiko % modal.

Bagaimana menghitung ukuran posisi aman?

Default stop IDX memakai buffer 2.5×ATR(14). Ukuran posisi = risiko toleransi (mis. 1–2% modal) ÷ (harga entri − stop loss). Anda bisa override SL/TP manual; Risk Calculation menampilkan ATR dan lot yang disarankan.