Lebih dari 900 emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia. Setiap hari ada saja yang naik signifikan — dan hampir selalu ada alasan kenapa kita baru tahu setelah harganya melesat. Masalahnya bukan kurang informasi, tapi terlalu banyak pilihan tanpa cara membandingkan yang adil. Artikel ini membahas pain point menyaring saham IDX dan bagaimana fitur Rekomendasi Skor Komposit di Indostock.ai menyelesaikannya dengan skor yang terukur, bukan sekadar daftar saham pilihan.
Pain point: memilih saham dari ratusan emiten
Riset saham IDX dari nol terasa berat karena tiga hal:
- Universe terlalu besar — 900+ emiten tidak mungkin dianalisis satu per satu setiap hari. Padahal peluang terbaik sering muncul di emiten yang tidak sedang ramai dibicarakan.
- Perbandingan antar sektor tidak adil — membandingkan PER bank dengan PER perusahaan teknologi seperti membandingkan apel dan jeruk. Konteks industri hilang.
- Rekomendasi abal-abal — grup WA dan influencer sering memberi "saham pilihan" tanpa metodologi yang bisa diuji. Tidak ada skor, tidak ada alasan, tidak bisa diaudit.
Solusinya bukan menambah sumber rekomendasi, tapi menggunakan skor kuantitatif yang transparan: empat dimensi dinilai, dinormalisasi dengan cara yang adil, lalu dirangking. Itulah yang dilakukan Rekomendasi Skor Komposit.
Apa itu Rekomendasi Skor Komposit?
Rekomendasi Skor Komposit adalah ranking Top-20 emiten IDX berdasarkan skor gabungan empat pilar dengan bobot tetap:
| Pilar | Bobot | Apa yang diukur |
|---|---|---|
| Teknikal | 40% | Momentum MACD, posisi RSI, kekuatan tren ADX, konfirmasi volume, posisi harga vs MA20/MA50 |
| Fundamental per sektor | 35% | ROE, valuasi PER/PBV, leverage, pertumbuhan YoY — dibandingkan dengan peers sektor yang sama |
| Sentimen berita | 15% | Berita 7 hari terakhir, dibobot berdasarkan kebaruan (berita baru lebih berpengaruh) |
| Likuiditas | 10% | Rasio volume hari ini terhadap rata-rata 20 hari — di atas ambang minimum agar tidak "saham tidur" |
Dua prinsip normalisasi yang membuat skor ini adil:
- Teknikal & likuiditas dinormalisasi percentile terhadap seluruh universe IDX — bukan nilai absolut, melainkan posisi emiten relatif ke 900+ emiten lain.
- Fundamental dibandingkan ke peers sektor yang sama — ROE, valuasi, leverage, dan pertumbuhan dinilai dalam konteks industrinya. Skor pertumbuhan adalah persentil relatif sektor, bukan penilaian absolut terhadap angka YoY: pertumbuhan 10% di sektor perbankan dinilai berbeda dari 10% di sektor teknologi.
Hasilnya satu angka 0–100 per emiten — mudah dibandingkan, dan setiap angkanya bisa dibuka detailnya.
Cara membaca ranking skor komposit
Saat membuka Rekomendasi Skor Komposit di tab Screener Saham, Anda akan melihat daftar Top-20 emiten dari skor tertinggi ke terendah. Setiap baris menampilkan:
- Peringkat dan simbol emiten — misalnya TINS di posisi 1 dengan skor 67/100, CUAN 66/100, GMFI 65/100, EKAD 64/100
- Skor total 0–100 — skor 75+ tergolong kuat, 55–74 sedang, di bawah 55 perlu seleksi lebih ketat
- Tombol expand — buka breakdown lengkap per emiten
Breakdown yang terbuka menunjukkan skor tiap pilar beserta komponennya: skor teknikal dipecah ke momentum MACD, RSI, ADX, dan volume; skor fundamental dipecah ke ROE, valuasi, leverage, dan pertumbuhan YoY — lengkap dengan alasan di balik setiap nilai. Anda tidak hanya tahu *berapa* skornya, tapi *kenapa*.
Langkah pakai untuk riset harian
- Buka tab Screener Saham di dashboard Indostock.ai, lalu gulir ke bagian Rekomendasi Skor Komposit di bawah tabel hasil screener.
- Lihat Top-20 — catat emiten dengan skor tinggi yang belum Anda kenal. Sering kali di sinilah kandidat baru ditemukan, di luar saham yang sedang ramai.
- Expand 2–3 emiten teratas — periksa pilar mana yang mendorong skor: apakah teknikalnya kuat tapi fundamentalnya biasa-biasa saja? Atau fundamental unggul tapi sentimennya negatif?
- Konfirmasi dengan alat lain — buka halaman emiten untuk melihat grafik, cek Checklist Sinyal untuk verifikasi momentum, dan lihat Sinyal Institusional untuk membaca jejak struktur harga dan net asing.
- Masukkan ke trading plan — kandidat yang lolos seleksi bisa langsung masuk rencana dengan entry, stop-loss, dan target di Trading Plan.
Kenapa persentil lebih adil daripada angka mentah
Contoh konkret: emiten A tumbuh laba 8% YoY di sektor perbankan, emiten B tumbuh 8% di sektor teknologi. Secara angka sama, tapi secara konteks sangat berbeda — di sektor yang sedang tumbuh cepat, 8% bisa jadi di bawah rata-rata peers; di sektor yang matang, 8% bisa jadi unggul. Jika dinilai dengan angka absolut, keduanya mendapat skor sama. Dengan persentil relatif sektor, emiten dinilai dari posisinya di antara peers yang bisnisnya sebanding — perbandingannya jadi adil dan tidak bias sektor.
Batasan: skor komposit itu titik awal, bukan jawaban final
Rekomendasi Skor Komposit menggunakan data historis (harga, laporan keuangan, berita) — ia bukan rekomendasi beli atau jual dan bukan jaminan kinerja masa depan. Skor tinggi bisa tetap turun jika fundamental berubah atau sentimen memburuk. Karena itu perlakukan fitur ini sebagai penyaringan tahap pertama: dari 900 emiten dipersempit ke 20 kandidat, lalu diverifikasi dengan analisis fundamental, teknikal, dan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan.